nGEbIMBING DAN KONSELING

Juni 20, 2008 amitamit
Tag:

nGEbIMBING DAN JUGA KONSELING

BY nIA DK

Bimbingan dan Konseling memiliki dua makna yang berbeda namun saling berkaitan satu dengan lainnya. Menurut Sertzer dan Stone (1981), mengatakan bahwa The process of helping individuals to understand themselves and their world (bimbingan diartikan sebagai proses membantu orang-perorangan untuk memahami dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya). Proses, menunjuk pada gejala bahwa sesuatu akan berubah secara berangsur-angsur selama kurun waktu tertentu. Oleh karena itu bimbingan bukanlah suatu peristiwa yang terjadi sekali saja, melainkan mencakup sejumlah tahap yang secara berangkaian dan terstruktur membawa ke tujuan yang ingin dicapai. Membantu berarti memberikan pertolongan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan serta kesulitan yang timbul dalam kehidupan manusia.

Memahami diri berarti mengenal diri sendiri secara lebih mendalam dan menetapkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai, serta membentuk nilai-nilai (values) yang akan menjadi pegangan selama hidupnya (Winkel, 1990). Tujuan dari pelayanan bimbingan oleh tenaga profesional adalah semua bidang kehidupan yang mencakup perkembangan kepribadian yang seoptimal mungkin. Dalam rangka mengembangkan dirinya sendiri orang harus mengenal dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya.

Tahap selanjutnya yang perlu dilakukannya adalah, merencanakan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencapai suatu tujuan. Akhirnya, dia harus mengadakan evaluasi atas dirinya dan arah kehidupannya sendiri. Tujuan ini yang menjadi ciri khas dari bimbingan sebagai bantuan.

 

Istilah konseling sendiri berasal dari kata Latin “consilum” yang berarti “dengan” atau “bersama” dan “mengambil” atau “memegang”. Maka dapat dirumuskan sebagai memegang, atau mengambil bersama. Ungkapan ini didukung pula oleh ahli konseling W.S Winkel bahwa konseling mengandung suatu proses antarpribadi yang berlangsung melalui saluran komunikasi verbal dan non verbal. Dengan menciptakan kondisi positif seperti empati, penerimaan serta penghargaan, keikhlasan serta kejujuran, dan perhatian yang tulen (facilitative conditions), konselor menginginkan konseli untuk merefleksi atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya, memahami diri sendiri serta situasi kehidupannya dan berdasarkan itu menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi (Winkel, 1990).

 

TAHAP-TAHAP LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN KONSELING DENGAN TEKNIK BERCERITA

Pemberian layanan informasi bimbingan dengan teknik bercerita, dapat dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, pembimbing merancang rencana layanan informasi bimbingan yang akan disampaikan kepada siswa. Adapun aktivitas pada tahap persiapan ini adalah:

a.Identifikasi kebutuhan/ masalah siswa, yaitu kegiatan untuk mengungkap materi apa yang dibutuhkan oleh sebagian besar siswa.

b.Menetapkan tujuan/ kompetensi yang akan dicapai. Tujuan cerita ditetapkan berdasarkan pada tujuan bimbingan yang telah dirancang dan tercantum dalam program bimbingan. Tujuan yang dirumuskan merupakan tujuan bimbingan yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa, bukan tujuan dari cerita itu sendiri. Perlu diingat bahwa bercerita di sini merupakan alat untuk mencapai tujuan bimbingan.

c.Menetapkan tema cerita yang akan disampaikan. Berdasarkan pada tujuan atau kompetensi yang telah ditetapkan maka pembimbing dapat menentukan tema cerita. Tema tersebut tentunya disesuaikan dengan tujuan, materi dan kondisi sasaran atau siswa yang akan dibimbing. Cerita yang akan disampaikan bias disusun sendiri oleh pembimbing. Di samping itu pembimbing juga bias mengambil dari cerita-cerita yang telah ada, tetapi hendaknya dimodifikasi dan disesuaikan dengan tujuan bimbingan yang hendak dicapai.

d.Menetapkan teknik dan media yang akan digunakan dalam bercerita. Pembimbing bias memilih teknik atau media yang sesuai dengan isi cerita, tujuan bimbingan, karakteristik siswa yang menerima bimbingan serta kesiapan pembimbing sendiri dalam menggunakan teknik maupun media tersebut.

Persiapan tersebut di atas kemudian disusun secara tertulis dalam bentuk Persiapan Bimbingan atau Satuan Layanan Bimbingan.

2. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan menyampaikan cerita kepada siswa, sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Langkah-langkah dalam pelaksanaan ini yaitu:

a. Pembukaan, awal pertemuan dengan siswa, pembimbing membuka kegiatan yang akan dilaksanakan. Pada saat pembukaan aktivitas pembimbing yaitu: (1) Menciptakan rapport dan memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan dengan menginformasikan kegiatan dan tujuan yang hendak dicapai; (2) Mengatur tempat duduk siswa sesuai dengan formasi yang dirancang, bisa dalam bentuk melingkar, setengah lingkaran, bentuk u dan sebagainya. Di samping itu bias duduk dikursi atau lesehan di tikar/ karpet; (3) Menyiapkan media yang akan digunakan; (4) menggali pengalaman awal siswa terkait dengan materi bimbingan yang akan disampaikan melalui bercerita;(5) menyampaikan topic dan tujuan bimbingan serta (6) aturan-aturan yang harus diikuti selama proses bercerita.

b. Kegiatan inti, yaitu menuturkan atau menyampaikan cerita yang telah disiapkan kepada siswa. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan meliputi: (1) Vocal, pembimbing hendaknya memperhatikan suaranya saat menyampaikan cerita, aspek yang diperhatikan meliputi volume suara, intonasi, warna suara irama dan cara pengucapannya; (2) Mimik pantomimik, yaitu peragaan tubuh dan ekspresi wajah saat menyampaikan cerita; (3) pengelolaan kelas, pembimbing memperhatikan keterlibatan siswa saat bercerita, perhatian yang merata kepada seluruh siswa; (4) penggunaan media disesuaikan dengan teknik cerita yang akan dipilih apakah menggunakan papan flannel, gambar, boneka dsb.

c.Diskusi/ Tanya jawab, setelah selesai bercerita, maka pembimbing mendiskusikan dengan para siswa dalam rangka memahami materi bimbingan yang disampaikan melalui cerita

d.Penutupan, pembimbing mengakhiri kegiatan dengan membuat kesimpulan dan memberi penekanan-penekanan pada pesan-pesan bimbingan yang disampaikan.

e.Evaluasi, yaitu memberikan penilaian terhadap siswa. Evaluasi dimaksudkan untuk melihat keberhasilan siswa dalam menerima dan memahami materi bimbingan yang disampaikan melalui cerita.

 

 

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
    Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: